Bagaimana saya yang ber Tuhan Seharusnya

belajar ADSPHari ini malam gelap, dingin ditemani sedikit salju  yang turun sedikit-sedikit sambil beberapa angin mendesir. Besok saya ada dua exams Advance Digital Signal Processing dan Interactive Distributed Application. Ujian ADSP adalah ujian saya yang kedua kali dan IDA adalah ujian saya yang pertama kali.

IDA saya hanya berharap saya mendapatkan sedikit lagi keberuntungan karena saya mengerti kemana arah pelajaran ini. Untuk ADSP saya masih mengalami banyak kesulitan, sudah dua bulan ini hampir di setiap akhir minggu saya menghabiskan waktu untuk mencoba terlibat didalamnya. Ada saat berat dimana sepertinya hanya tuhan yang bisa menyelesaikan dan memahami soal ini dengan baik.

Ini artinya saya sedang sedikit down.  Lalu saya bertanya, apa ya yang membuat saya takut?lalu saya berpikir efek buruk yang akan timbul didepan. Saya bisa gagal bla bla bla… dan efek yang akan berkepanjangan jika saya tidak lulus semester ini. Tidak perlu saya ceritakan saya hanya takut ketakutan saya yang sudah saya susun secara sistematis di otak ini akan semakin diketahui oleh malaikat dan dilaporkan kepada Allah.

Saya tau ini hanya masalah kecil yang tidak perlu saya tulis di blog, tapi hal kecil ini memang timbul dan cukup meresahkan. Jika gagal ketiga kalinya pada salah satu mata kuliah maka bisa2 seorang mahasiswa akan di DO, soal-soalnya berstandar tinggi dengan waktu terbatas, dan lagi-lagi dengan mudahnya saya akan menyalahkan passion. Padahal ini bisa jadi bidang yang paling saya passion, kalau kamu kembali ke bidang-bidang lain yang kamu senang juga kamu akan mengulang dari 0 lagi dan hanya akan menambah kesampahan ilmu yang kurang bermanfaat.

Akhirnya lelamun ini endup dengan saya sedikit melibatkan tuhan. Banyak orang menyarankan kepada saya untuk lebih banyak mendekat kepada Tuhan, saya juga kadang kalau tidak punya solusi sistematis atas masalah yang menimpa teman yang sedang curhat kepada saya, saya cuma menyuruh dia menambah ibadah saja.

TUHAN MENYIMPAN RAHASIA YANG INDAH DAN HANYA MENAMBAH TENAGA

Premis utama terbaik untuk sukses adalah bekerja keras. Sukses artinya mampu keluar dari masalah yang dihadapi. Semakin banyak masalah yang dihadapi semakin sukses. Sebenarnya itu saja, determinasi yang tinggi akan membuat orang berhasil dalam keluar dari masalah apapun. Tapi banyak cermah keagamaan mengajarkan kita untuk terus beramal dan menjalankan ibadah tanpa perlu memikirkan solusi dari masalah tersebut. Apakah itu benar?saya juga tidak tau, tetapi dalam bukti empiris diri sendiri bahwa kesuksesan itu hanya orang yang selalu mampu keluar dari masalah.

Jika masalah besar, maka memerlukan tenaga yang besar. Lalu bagaimana cara mendapatkan tenaga yang besar?saya rasa dengan cara berpikir tenang dengan tangan dan kepala yang terus bekerja. Lalu dimana tuhan bekerja?saya merasa saat saya sedang dekat, saya merasa kuat. Jadi Tuhan tidak pernah menyelesaikan masalah kita secara langsung. Kalau semua masalah dia selesaikan secara instan maka akan kacau dunia ini.

APAKAH CARA TUHAN BEKERJA SAMA DENGAN KITA BEKERJA

Saya berpikir untuk menyelesaikan soal matematis elektro tadi saya perlu belajar, lebih keras dan keras, dan mengatasi rasa bosan hidup jauh dari teman baik dan orang tua. Setelah saya berhasil maka saya akan menyelesaikan soal tersebut, lalu saya mendapatkan gelar master yang pantas. Dimana saya memiliki semua keahlian yang disebutkan dengan baik. Professor juga akan menilai hasil pekerjaan saya. Jika salah maka dia tidak mengijinkan saya lulus, jika saya berhasil maka saya lulus.

Lalu apakah Tuhan punya logika yang sama?iya, tapi juga bisa tidak. Dia ciptakan hidup ini dengan cara berpikir manusia tapi tuhan luar biasa, Dia bisa menambah tenaga kita semaunya. Kalau saya terus berdoa memohon lulus ujian dia akan ijinkan pasti, seperti dengan mengirimkan tanda2: saya menjadi semangat setiap hari, keceriaan yang terus menerus dan kemudahan menerima ilmu.

Logika manusia dari A ke D adalah melewati B dan C. kalau logika tuhan bisa jadi A ke D dengan cukup lewat C saja. Selalu ada program akselarasi untuk manusia yang dia sayangi.

 

0 degree end of January 2016

Advertisements

Hal Yang Tidak Pernah Terhenti dalam Summer

CIMG5694

Meminjam istilah popular, sudah 8 purnama di kota Offenburg. Suasana mulai menghangat, mood warga kota mulai membaik. Tiap sore saya melihat mereka bergerak di sisipi senyum-senyum keceriaan. Sebagian dari mereka berenang-renang di Girfin, berlarian di lembah Konztan atau sekedar berteriak 30 menit di Europa Park. Langit-langit kota sejarah dunia ini seperti melukiskan lemparan warga acak yang tersusun sangat menawan.
Hari ini adalah hari libur di Negara bagian Baden Wurtemberg, tetapi seperti biasa saya tidak berlibur. Sekalipun hari ini tidak seproduktif hari hari saat perkuliahan mulai menyibuk tetapi tidak membuat saya tenang untuk berlibur, di tengah beberapa mata kuliah yang masih belum saya mengerti dan waktu jatuh tempo pengumpulan tugas seperti semakin memberikan terror saat lelap malam atau menambah ganjalan di pagi hari.
Berapa kali muncul istilah seperti magnitude, exponensial, lambda dan beberapa kawan akrab mereka yang berkumpul seperti gangster Neo Nazi. Mereka terus membuat saya membuka-buka “mekanikal momentum “ dan sekutunya.
Sepertinya suasana cerah hari ini benar-benar tidak merubah mood saya. Terimakasih Tuhan sesungguhnya dengan begini saya mengerti, bahwa mimpi tidak berhenti setelah tercapai, selalu ada tantangan-tantangan baru di depan.

4 Juni 2015

PenerapanTeknologi Drone di Jerman

Drone di langit jerman

Drone saat berpatroli salju di sekitaran offenburg, Baden Wurtemberg

Saya tulis di bawah suhu 0 derajat menjelang -13 derajat sore tanggal 6 Febuary 2016.

Entah apa yang membuat saya di minggu-minggu ini menjadi sangat gila dengan drone. Jumat yang lalu ketika saya akan pergi ke Freiburg untuk melihat Bundesliga saya melihat sebuah bayangan beterbangan di atas kepala saya. Setelah hujan es mengguyur saya selalu mengamati ada Pesawat Mini terbang di atas daerah Offenburg untuk memantau sesuatu. Tapi saya sangat yakin yang mereka pantau adalah situasi keamanan warga yang berkaitan dengan cuaca yang buruk.

Tepat setelah benda ini muncul truk truk penyapu jalan raya mulai berjalanan hingga setelah saya mengamati lebih jauh tidak ada jalanan utama atau jalanan kecil tapi ramai yang saya lewati ber-Ice. Truk-truk penyapu es tersebut segera menaburkan serbuk garam ke jalan raya agar jalanan tidak licin karena es yang mengeras.

Saya pikir jika metode pemantauan yang efektif seperti ini benar-benar sangat terasa manfaatnya untuk orang yang “terbiasa” menemukan kekacauan dan layanan keamanan yang rendah seperti saya.

Jika kita melihat penerapan teknologi drone di Indonesia jelas mengandung arti tersendiri. Efisiensi dan efektifitas kerja adalah kata yang bisa menggambarkan Drone. Drone bisa memetakan geografi, menyebarkan bibit pertanian, penyiraman lahan pertanian, pemantauan trafik, peningkatan kecakapan fotografi, penggunaan untuk tanggap bencana dan bahkan yang terakhir situs amazon.com sudah meluncurkan drone untuk pengiriman barang.

Saya memprediksi Drone akan sangat buming tahun ini di Indonesia. Semoga semakin banyak implementasi teknologi yang bermanfaat untuk masyarakat luas dari tahun ke tahun.

Tulus

tulus

Hari ini tengah malam sedang persiapan buat ujian yang sedikit membuat Kopfschmerzen. hehe. Seperti biasa mencari inspirasi sejenak dari internet. Saya akan menulis tentang “Tulus”,  yang kebetulan saya liat hari ini dia sedang di Stuttgart masih satu stadt dengan Offenburg yaitu di Baden Wurtemberg. hehe, penting ya? Menurut instagram uda tulus , sepertinya dia lagi membuat video klip untuk lagu “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”.

Menurut saya ini orang akan eksis di belantika musik tanah air sampai waktu yang cukup lama. Pertama karena dia sudah terbukti bisa survive dengan perusahaan rekamannya sendiri, dan menciptakan pasar sendiri, memiliki suara yang merdu, dan menciptakan lirik dengan tema-tema yang tidak biasa. Super out of the box.

Saya membaca dari beberapa referensi dan wawancara tentang tulus, bahwa dia memulai karir semenjak kuliah .  Manggung dan bergaul dengan komunitas minat dan bakat yang sama untuk mengembangkan diri juga dilakukan semenjak kuliah, tapi saya yakin dia melakukan hal ini sudah sejak lama. Kalau produk jadinya  kaya uda tulus berarti seharusnya wajib bagi kita yang masih mahasiswa untuk juga mengikuti jalan yang sama. Masuk ke Unit-unit dan teman sepergaulan yang memiliki minat yang sama agar kita dapat lebih berkembang. Mulai membangun link-link yang memungkinkan potensi kita jauh lebih meledak.

Saya suka sama idealisme uda Tulus untuk berjalan di atas kaki sendiri. Saya membayangkan betapa tidak mudahnya proses kreatif tersebut. Mulai dari ngumpulin band, membuat lirik, mengaransemen musik, meyakinkan kakaknya untuk memproduseri musiknya, sungguh bukan urusan yang mudah. Kalau misalnya dia memulai karir di semester ke 6 maka usia star sampai di posisi yang sekarang sudah  sekitar 6 taun. Bukan perkara mudah berjibaku dengan masalah-masalah yang mungkin menerpa saat proses kreatif tersebut,

Kalau ngeliat orang-orang kaya Tulus yang nekat sekali untuk memulai perjuangan, saya jadi berkaca bahwa selama ini saya masih merasa di zona amat sangat nyaman sekali belum bisa memperjuangkan hal yang benar-benar saya sukai.

Ya namanya juga hidup. Hidup sebuah pencarian dan perjuangan. Mencari sisi terbaik dan memperjuangkan agar menjadi hal-hal yang bermanfaat.

Poinnya adalah bagi teman-teman yang baru mau masuk kuliah , jangan ragu-ragu untuk masuk ke dunia yang kita sukai dengan cara masuk ke komunitas-komunitas yang membantu kita berkembang.

Salam perjuangan dari 11 26, Germany timezone. Sukses selalu buat kalian yang juga sedang berjuang meraih cita-cita.

sumber gambar: http://digilive.co.id/images/article/image/471e8pex1k4gh.jpeg

Konferensi Luar Negeri Tahun 2015

Info buat teman2 yang punya passion di bidang pergerakan sosial, ada beberapa event yang bisa diikuti sekalian jalan2 ke luar negeri gratis, berikut event2 tersebut:

1. Internatonal Youth Camp 2015: Youth Empowerment for Transparency and Integrity, kegiatan camp untuk anak muda yang tertarik (dan aktif sebagai nilai plus) dalam aktivitas anti-korupsi.
“TI chapters from Bangladesh, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Philippines, Vietnam and Cambodia will all send delegates to the week-long event. If you want to stand a chance to attend the camp, meet fellow anti-corruption activists from across the region and have a great time, do not hesitate to apply!”
Jenis Kegiatan  : Dibiayai penuh (termasuk tiket pesawat dari Indonesia)
Deadline Aplikasi : 21 November
Pelaksanaan  : 4 sampai 10 Januari 2015 di Kamboja
Pelaksana  : Transparency International
Website  : http://ticambodia.org/index.php/whatwedo/event/international-youth-camp-2015

2. Asia Foundation Development Fellows 2015, kegiatan pelatihan untuk para pemimpin muda dari Asia.
“The  #‎AsiaFoundation  Development Fellows program provides highly qualified, young professionals from Asia with an unparalleled opportunity to strengthen their leadership skills and gain in-depth knowledge of Asia’s critical development challenges.
The Asia Foundation Development Fellows program is not a full-time fellowship. Fellows will typically remain in their occupations throughout the fellowship year while participating in the programs modules.”
Jenis Kegiatan  : Dibiayai penuh (termasuk tiket pesawat dari Indonesia)
Deadline Aplikasi : 12 November
Pelaksanaan  : 4 sampai 9 Maret 2015 di Singapura, 10 sampai 15 Maret 2015 di Nepal, 13 sampai 30 September 2015 di USA
Pelaksana  : Asia Foundation
Website  : http://asiafoundation.org/program/overview/asia-foundation-development-fellows/

3. Social Entrepreneurship
Forum, pertemuan para change makers dan social entrepreneurs dengan konsep pelatihan selama 8 minggu.
“We will help take your impact to the next level by providing you with workshops, mentorship, individual coaching and group coaching sessions as well as access to our network. The topics covered will include but not limited to business modeling, communication and funding strategies, financial management, team building, leadership skills and social-impact metrics. The training is based upon the action learning-approach and you will learn by applying the new skills directly to your own enterprises. This will allow you to develop your enterprises as you move along the program! 
Be inspired by other participants, find motivation from our mentors and speakers, extend your network in Sweden and have fun while maximising your potential as a social entrepreneur!”
Jenis Kegiatan  : Dibiayai penuh (termasuk tiket pesawat dari Indonesia)
Deadline Aplikasi : 2 November
Pelaksanaan  : 13 April sampai 5 Juni2015 di Swedia
Pelaksana  : SE Forum (NGO)
Website  : http://se-forum.se/se-outreach-accelerator/

4. Youth-Ag Summit, pertemuan anak muda yang tertarik maupun aktif pada bidang agrikultur, pangan, dan lingkungan.
“On August 24-28, 2015, young leaders from around the world will gather at the Global Youth Ag-Summit to discuss ideas, develop a vision and deliver action. If you’re 18-25 and care about our planet’s future, you should be part of this. Send us your thoughts and we might send you to Canberra, Australia to share them with 100 other bright young minds and leaders.”
Jenis Kegiatan  : Dibiayai penuh (termasuk tiket pesawat dari Indonesia)
Deadline Aplikasi : 30 Januari 2015
Pelaksanaan  : 24 sampai 28 Agustus 2015
Pelaksana  : Youth-Ag Summit
Website  : https://www.youthagsummit.com/

5. Global Change Leaders Program (For Women), program edukasi untuk para wanita pembuat perubahan.
“The Global Change Leaders Program is a seven-week education program offered by Coady Institute’s International Centre for Women’s Lead
ership.  This program enables women from developing countries to strengthen their leadership capacities in order to contribute to innovation and change in their organizations and communities.  Program participants engage in learning grounded in real world experiences and focused on Coady’s core thematic areas.  Through a shared learning environment with other emerging women leaders from around the world, participants are exposed to a range of experiences and the beginnings of a potentially lifelong network of support.”
Jenis Kegiatan  : Dibiayai penuh (termasuk tiket pesawat dari Indonesia)
Deadline Aplikasi : 9 Januari 2015
Pelaksanaan  : 24 Agustus sampai 8 Oktober 2015 di Nova Scotia
Pelaksana  : Coady International Institute
Website  : http://coady.stfx.ca/themes/women/gcl/

6. The Hansen Summer Institute on Leadership and International Cooperation for Young Leaders, program pelatihan para pemimpin muda.
“The Hansen Summer Institute on Leadership and International Cooperation is an exciting international program funded by a generous grant from the Fred J. Hansen Foundation. Five Hansen Summer Institutes took place in San Diego, California in July 2007, 2008, 2009, 2013 and 2014. The Institute provides a unique University-based leadership experience and program in international cooperation. For three weeks, young American men and women joined students from a variety of developing countries and regions of social strife. Between then and now, Hansen alumni have remained in contact via a variety of social networking sites and projects funded by the Hansen Foundation. We are happy to announce the Hansen Summer Institute will host its sixth group of young leaders in July 2015 at the University of San Diego School of Leadership and Education Sciences (SOLES).”
Jenis Kegiatan  : Dibiayai penuh (termasuk tiket pesawat dari Indonesia)
Deadline Aplikasi : 5 Januari 2015
Pelaksanaan  : 29 Juni sampai 20 Juli 2015
Pelaksana  : The Hansen Summer Institute
Website  : http://www.hansensummerinstitute.org/

7. ASEAN-Japan
Youth Forum, forum pertemuan anak-anak muda berpengaruh dari ASEAN dan Jepang.
“The ASEAN-Japan Youth Forum is a creative space for 100 talented students from Japan and ASEAN mem ber countries to share their experiences, thought, awareness and understanding on how to build and maintain our partnership. This event will be organized by Indonesia Student & Youth Forum (ISYF) in collaboration with the State Ministry of Youth and Sport of Republic of Indonesia, The Ministry of Foreign Affairs of Republic Indonesia, Japan Foundation, Japan Embassy to Indonesia and ASEAN Secretariat. The Theme is “The Role of Youth on Strengthening ASEAN-Japan Partnership toward ASEAN Community 2015”. The forum would be held on March 5 – 7, 2015, in Bengkulu, Indonesia. The main agenda are ASEAN-Japan Youth Forum (Ministerial Panel, Leaders Panel, Country Report, Focus Group Discussion, Working Group, Field Trip, etc).”
Jenis Kegiatan  : Dibiayai sebagian, tidak termasuk tiket pesawat
Deadline Aplikasi : 31 Januari 2015
Pelaksanaan  : 5 sampai 7 Maret di Bengkulu
Pelaksana  : Indonesia Student and Youth Forum
Website  : http://isyf.or.id/registration/asean-japan-youth-forum/

Best Regard,

GENI ISNO MURTI
PPI Jerman.

Belajar Positif Gila Dari Para India

Hari-hari di Jerman adalah hari-hari yang indah, dipenuhi dengan belajar, olahraga, dan tentunya jalan-jalan. Hari-hari selanjutnya semakin bertambah indah karena saya bertemu dengan orang dari berbagai macam suku dan budaya. Kami berteman akrab satu sama lain tetapi disini saya memiliki kedekatan khusus dengan orang-orang India, Sri lanka, Bangladesh dan Pakistan. Mungkin karena kita senasib sepenanggungan sehingga saya merasa ada sesuatu yang terhubung.

Saya terus menggali dan membandingkan antara negara saya tercinta, yang sebagian politisinya kepalaran dan mengikis kebanggaan, dengan India yang saya belum tahu pasti seperti apa aslinya. Diskusi saya mulai dengan pertanyaan umum yaitu seputar ekonomi. Saya melemparkan pertanyaan mendasar apa sebenarnya industri yang menyokong pertumbuhan ekonomi negara kalian dan saya melemparkan rasa penasaran saya tentang satu hal, “mengapa kalian ada di berbagai negara didunia ini sebagai engineer?” .

Mereka menjawab, pada dasarnya yang mereka tahu hal-hal yang membuat perekonomian mereka begitu kokoh adalah sektor pertanian dan informatika. Dalam hati saya mengapa negara yang 10 tahun lalu masih tergolong negara miskin bisa memilih sektor informatika sebagai salah satu instrumen pertumbuhan ekonomi mereka. Padahal yang kita tahu sektor informatika adalah sektor-sektor canggih, butuh banyak bakat-bakat, butuh banyak nutrisi otak, butuh pemahaman dan logika yang luar biasa dan untuk membuat hal ini begitu maju adalah tidak boleh ada orang yang kelaparan sehingga tenaga-tenaga manusianya bisa berpikir dengan baik sehingga menghasilkan software yang bagus dan kualitas yang memuaskan.

PREMIS

“Kalau kita pahami lebih dalam negara miskin berarti masih banyak manusia yang kelaparan, kalau kelaparan berarti butuh supply makanan.

Teknologi adalah sektor dimana orang-orangnya tidak boleh kelaparan, punya talenta yang baik, pendidikan yang baik, sehingga orangnya jadi cerdas, lalu baru tercipta teknologi yang bermutu.“

Dua hal tersebut adalah dua hal yang kontradiktif dengan situasi india pada saat memutuskan menjadi negara yang dikenali karena perkembangan teknologi komunikasi dan informatikanya.

AWAL BERKEMBANGNYA EKONOMI INFORMATIKA INDIA

“Lalu pertanyaannya apakah pemerintah kalian mengarahkan india menjadi negara yang khas dengan dunia Informatika sehingga adakah kebijakan-kebijakan khusus yang dilakukan?”. Teman saya menjawab bahwa ternyata orang India mampu bekerja lebih lama dari orang Eropa dengan hasil yang sama dan tentunya bayaran yang lebih murah. Mereka menjawab bahwa pada dasarnya pemerintah mereka tidak memiliki perlakuan khusus kepada warganya ataupun sektor usaha informatika, entah dengan memberikan sekolah informatika yang banyak dan murah atau dengan memberikan tax Holiday kepada startup dari India. Semua nampak biasa saja.

Kata mereka perkembangan ini hanya karena faktor kebetulan. Pada awalnya, ada perusahaan informatika dari India bernama INFOSYS yang mampu memberikan harga-harga pembuatan software dengan sangat murah dibanding perusahaan pengembang software dari negara lain. Mungkin dari demand yang tinggi inilah menjadi embrio engineer-engineer dari India mulai bersebaran, kini banyak perusahaan –perusahaan dari India berkembang dengan pesat dan pemerintah India baru mulai melirik dengan memperbesar sekolah-sekolah TEKNIK mereka.

Karena situasi ekonomi dunia yang begitu fluktuatif maka perusahaan-perusahaan lokal (bukan BUMN) India tidak semulus biasanya sehingga lapangan kerja bidang informatika saat ekonomi lesu pun menjadi berkurang. Saat seperti inilah mereka beterbangan mencari perkerjaan di berbagai negara seperti di Amerika Serikat dan Eropa. Tapi dasar orang pekerja keras dan kepepet keadaan mereka justru sukses keras menjadi penguasa-penguasa sektor teknologi diberbagai macam negeri di Dunia, entah menjadi ilmuan, pebisnis atau profesional di negara lain. Jadi saya yakin hal ini bukan faktor kebetulan, kalau memang benar perkembangan ini bukan karena tangah pemerintah india maka saya yakin faktor utamanya adalah sikap mereka yang unggul untuk merubah nasib mereka.

Kalau lihat personality teman-teman India saya di kelas, mereka cerdas-cerdas, lihai berbahasa inggris dan pekerja keras. Kalau dibanding dengan teman-teman dari Indonesia benar-benar banyak sekali kemiripan sosialnya. Kita sama-sama terhimpit, berasal dari masyarakat yang salah urus karena pengurusnya mengurus urusan sendiri. Tapi mereka sudah selangkah didepan kita soal teknologi informasi karena saya pikir saat tersadar tidak ada hal yang bisa menolong mereka maka mereka mulai berhenti terus mengeluh yang berlarut pada keputus-asaan, mereka memilih positif dan sebagai masyarakat biasa yang kadang tidak diperlakukan adil dan ada kesadaran yang berkembang bahwa “Nasibku aku sendiri yang tentukan”.

Dari sini kita melihat kesamaan antara Indonesia dan India, mereka berkembang karena BONUS DEMOGRAFI seperti kita sekarang ini, diisi orang-orang muda. Tapi sayangnya dunia ini butuh orang-orang muda yang agresif dan tidak santai-santai. Negara yang tadinya tergolong miskin mampu melakukan hal-hal elit seperti pekerjaan di bidang teknologi. Jadi premis bahwa barat lebih unggul ,cerdas, ulet telah banyak dibantah dengan peristiwa-peristiwa di Negara Miskin berkembang dan menjelang maju. Negara miskin menjadi maju karena kepepet dan justru menguasai hal canggih.

Kita diciptakan sama rasa sama rata. Tuhan tidak pernah membeda bedakan yang mana yang cerdas dan mana yang beruntung. Semua paketnya sama, jika kita “bodoh “ dan tidak bertalenta maka saya yakin Tuhan tidak lupa memberikan kita “semangat “ yang nilainya tidak terbatas.

Notes from Germany Day 14.

 

Jerman Lebih Toleran Terhadap Kaum Muslimin

Hari ini saya pergi keliling kota, hanya menghabiskan waktu sambil menunggu Welcome Party dari Offenburg tiba. Seperti biasa shock setiap melihat hal-hal aneh , saya pikir orang Jerman itu kaku-kaku, jaga imej dan tidak ramah tapi yang kami temui justru sebaliknya. Saya menemui berbagai macam jenis orang yang ramah, fun, suka bicara tapi sangat kerja keras (saya belum lihat yang kerja cerdas soalnya) tapi pastinya mereka kerja cerdas karena mereka membuat segala macam karya dengan sangat detail. Anda bisa melihat isi rumah orang-orang Jerman yang bersih lalunya bentuknya juga presisi.

Oke lanjut, karena sikap mereka yang terbuka dan kata beberapa orang disini Jerman generasi muda tidak lagi memperdulikan soal primodialisme, mereka sudah banyak yang open minded sehingga di kota kota kecilpun kita dapat menemukan berbagai macam orang asing disini. Satu hal yang lebih penting khususnya saya sebagai muslimin yaitu dapat beribadah dengan bebas, di kampus walaupun ada mushola yang kecil at least mereka tetap menyediakan tempat beribadah. Lalu di kota ada mesjid untuk kita beribadah Sholat dan kajian. Beberapa kali saya melihat muslimah warga negara asli Jerman yang tidak malu-malu lagi menggunkan Jilbab. Can you imagine how beautifull they are.

Menemukan makanan halal disini memang agak sulit kecuali sayuran. Kalaupun ada daging-daging tersebut mahal harganya.

#hariketiga#NotesFromGermany.