First Lesson When I was Born (Tolerance)

12238381_10205443361509041_4416352057683960147_o

My country Indonesia is the country with the largest Moslem population in the world, not Arab, Syria, Pakistan or Malaysia. We are proud to have had a woman president who led about 249.9 million citizens. Gender equality in Muslim country whose population is tremendously big.

Although we are Muslim, we are more concerned about the togetherness and peace. Governor of Jakarta today which is the capital of Indonesia led by a Protestant Christian named Ahok Chinese descent. Here, the largest Muslim country able to appreciate the differences and promote equality and those number of moeslem were also giving vote for him.

In our country. We speak about 756 different languages, we have native Indonesian looked like Asia and Africa together, but we were able to sit together and engage social and political activities properly. Our country is in the middle of the circum-pacific plate, so that our land is unstable and earthquakes often occur this made disaster in some region. Some society organizations of various layers ranging from religious organizations, youth organizations, environmental organizations, religious organizations and youth together providing assistance.

I still remember when I was in junior high school and it was in 11 September 2001 boombing happen over World Trade Center in USA . We were all shocked by the incident. We are used to seeing bad people everywhere, but we were surprised when the media keeps associate these events with the symbols of Islam or Islam it self. Just because people who become terrorists and using logo which inscribed with Arabic and incidentally the person hook-associate themselves with Islam.

Remember Arabic is not always Islam, and Islam is not the state. In the largest Muslim countries like Indonesia that has a more complex structure of society and are distinguished not only by the religion but also ethnicity and language, we were able to live in peace for years. by this fact, seems impossible that Islam teaches us about terrorism. Even for us when we are dealing with business thing like lending money around 1 euro, we are very careful and taking it seriously to settle down. Seems impossible that Islam teaches us to take human live. The terorrist is not Islam, islam doesn’t teach us evil thing.

My name is Geni isno Murti, Geni was taken from the west which means generation / descent are also at the same time the name of Java which means fire, isno is combination name of my mother & father, and Murti is the name of a Hindu, which means statue, and Murti also taken from Trine, Trine is god of Hindu but murti in general only means to create, maintain, merges nature and its contents. So since I was 7 days old, the first value that my father tought me is tolerance. Although both my parents were Muslims they want me to look at the values of goodness in other religions.

He gave my name with the name of Hindu which is Murti, and Murti was my nick name when I was child, people in my village call me with this name. For us attribute is not important something meaning more to us is substance. For my father name is not important,he cares more about value, Man must live human, being kind and helpful. To achieve all this I belong the values of Islam, although not perfect and still in the learning process. I implement value of Islam that Islam/ muslim are capable of being smart, intelligent, peace-loving, unselfish, loves to help others and make the world a better place. In general this value will be the same as another religion. They teach goodness.

The differences that exist in Indonesia, makes us more adaptable to the whole range of differences in the World. I am in Germany ever lived with Colombian, Polish, Egyptian and I can be really friends with all of them. Muslims are not terrorists, Islam is beautiful, peaceful and friendly.

Today at my University we are going to celebrate International Evening and celebrating the differences. I am feeling proud to be the part of this symbol of progression. Some smart students that study about Engineering to build this world are also capable to live in diversity.

This slideshow requires JavaScript.

 

 

Advertisements

Hal Yang Tidak Pernah Terhenti dalam Summer

CIMG5694

Meminjam istilah popular, sudah 8 purnama di kota Offenburg. Suasana mulai menghangat, mood warga kota mulai membaik. Tiap sore saya melihat mereka bergerak di sisipi senyum-senyum keceriaan. Sebagian dari mereka berenang-renang di Girfin, berlarian di lembah Konztan atau sekedar berteriak 30 menit di Europa Park. Langit-langit kota sejarah dunia ini seperti melukiskan lemparan warga acak yang tersusun sangat menawan.
Hari ini adalah hari libur di Negara bagian Baden Wurtemberg, tetapi seperti biasa saya tidak berlibur. Sekalipun hari ini tidak seproduktif hari hari saat perkuliahan mulai menyibuk tetapi tidak membuat saya tenang untuk berlibur, di tengah beberapa mata kuliah yang masih belum saya mengerti dan waktu jatuh tempo pengumpulan tugas seperti semakin memberikan terror saat lelap malam atau menambah ganjalan di pagi hari.
Berapa kali muncul istilah seperti magnitude, exponensial, lambda dan beberapa kawan akrab mereka yang berkumpul seperti gangster Neo Nazi. Mereka terus membuat saya membuka-buka “mekanikal momentum “ dan sekutunya.
Sepertinya suasana cerah hari ini benar-benar tidak merubah mood saya. Terimakasih Tuhan sesungguhnya dengan begini saya mengerti, bahwa mimpi tidak berhenti setelah tercapai, selalu ada tantangan-tantangan baru di depan.

4 Juni 2015

Renungan di Franz Schdmit Strasse

Ditulis ditengah Cuaca 1 derajat celcius. Hari-hari di Ferrengasse Strasse 8 distrik Ortenau serasa seimbang, begitulah kehidupan di Jerman, tidak terlalu banyak irama, tapi mungkin air yang beriak juga ingin segera tenang. Tapi saya rindu saat dimana riak riak itu bergelombang.

Banyak momen telah saya lewatkan dan tidak pernah saya tuliskan, saya bahkan tidak mengira saya akan bisa menulis lagi malam ini setelah sehari sehari-hari bercengkrama dengan situasi yang kadang tak menceriakan dengan formula-formula yang saya pikir para penemunya telah mengubah wajah dunia, terutama wajah sosial. Saya ingin menjadi sama bermanfaatnya.

Selamat tahun baru, selamat ulang tahun, selamat Natal, dan sendu duka karena melihat orang-orang yang mengaku Islam menambahi dirinya sebagai teroris tepat 2 minggu setelah saya meninggalkan kota Paris. Semoga tahun ini kita dapat lebih baik tetapi juga dapat lebih sabar atas semua cobaan yang menimpa kita, dan mencoba menjadi lebih bijak dari situasi ini.

Banyak manusia bisa menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan, tapi sayang dia jadi besar kepala, banyak yang tidak bisa menguasai pengetahuan tapi sayang merasa bangga dengan kebodohannya, banyak yang gampang sekali menangis padahal banyak rakyat di Somalia yang tidak makan.

Malam ini saya sedikit relaksasi sebelum melakukan rutinintas belajar yang sungguh tidak ada habisnya dan kadang bikin Kopfschmerzen. Saya baca beberapa news feed dari berbagai macam interaksi orang di media sosial, terutama orang-orang populer tapi tidak banyak orang yang tahu yang mudah dikenali karena idealisme atau jalan hidup yang dia yakini benar.

Ada hal yang membuat saya malu malam ini “Kalau mau dapat uang atau kebanggaan lebih, sama adek-adek saya aja, jangan sama saya, soalnya saya kerja buat orang banyak, bukan buat diri sendiri. Makanya saya bakal jadi orang yang miskin yang gak punya apa-apa, tapi selalu merasa paling kaya sedunia, karena bukan buahnya yang saya ambil, tapi menumbuhkan pohonnya yang menjadi berarti buat saya. ”

Kadang memang klise tapi entah kenapa ada saja orang yang melakukan hal baik seperti ini. ADa saja orang gila yang masih idealis. Saya kadang sering lupa untuk berterimakasih pada Tuhan, lupa untuk bersyukur, kadang lupa untuk memikirkan orang lain lagi, itulah hal yang belum saya temukan asiknya di Jerman. Saya belum menemukan organisasi yang cocok untuk saya di 3 bulan ini. Tempat dimana saya bisa mengasah jiwa saya menjadi orang-orang yang peka dan peduli. Dari semua keindahan , kepedulian adalah salah satu hal yang terindah didunia ini setelah melihat terbenam bulan dan meresapi hangat mentari.

Hubungannya organisasi dengan berbagi adalah disana kita bisa belajar berbagi dan mengasah kepekaan terhadap manusia. Saya benar-benar ingin menyentuh manusia, berorientasi pada manusia, benar-benar ingin tahu bagaimana mereka bersikap, tapi saya juga tahu bahwa rutinitas yang saya jalani akan sangat bermanfaat jika saya kembalikan pada niat yang hanya mengabdi pada kepentingan banyak.

Semoga ini adalah bagian tersusah tapi bisa dikerjakan dan bukan bagian yang bisa dikerjakan tetapi susah.

Gute-Nacht-Welt, ich will immer daran denken.

Rindu Indonesia

 

Malam ini menjadi tengah malam ke 22 di Negeri orang, lama rasanya. Hari-hari sebenarnya banyak saya habiskan untuk melamuni masa lalu di negeri Indonesia, negeri yang kata orang-orang tak nyaman, tapi saya menemukan bahwa negeri itu sangat Indah dan nyaman. Bukan hanya karena saya lahir disana tetapi banyak perasaan-perasaan yang terdampar menyangkut di negeri yang tanahnya mahasubur.

Masih tentang lamunan, masih berusaha tegar padahal rindu teramat dalam pada kerutan wajah ayah dan senyum indah ibu. Di tengah-tengah suasana belajar saya mendengarkan lagu-lagu yang menyeruakkan jalan-jalan dan lari-lari di masa lalu.

Saya tiba-tiba ingat kisah cinta dua orang sahabat saya, entah apa sebenarnya yang saya pikirkan tapi satu minggu lagi mereka akan menikah. Pada waktu SMA mereka saling menyukai, saling menebar senyum, lalu berjauhan dalam waktu yang lama, sampai setelah 6 tahun mereka sebentar lagi akan bersanding di sebuah panggung dimana mereka jadi seorang raja dan ratu.

Sang pria adalah orang yang saya kenal baik, pemberani, sabar, rendah hati dan normal. Sang wanita adalah wanita tegas dalam kelembutan. Hal yang lebih indah adalah kerja-kerja keras mereka dalam membahu cita-cita hingga menepi ke tebing-tebing puncak impian-impian yang ingin mereka raih.

Melukis pelangi

Bukan mudah melukis pelangi di langit yang tertinggi, andai tiada gerimis dan sinar mentari yang mengiringi.  terkadang kita tidak mengerti mengapa Allah turunkan hujan beserta guruh dan petir, rupanya Allah ingin memberi kita pelangi.  begitulah mendungnya ujian yang melanda, hakikatnya pelangi sedang ingin mewarnai kembali langit hitammu karena ia adalah satu sunnatullah dalam kehidupan.
 
langit tidak sentiasa cerah, hidup tidak selalunya indah, malam tidak semalaman dan begitu juga dengan siang. keduanya saling memerlukan untuk menamatkan satu putaran hari.
 
 
di tengah kesedihan, adanya kebahagiaan. di tengah kesusahan, adanya kesenangan. kesinambungan yang membuat hidup ini menjadi seimbang dan teratur.  terima kasih Ya Allah :’)
 
Copied from Farah Hanim Razak

Even More

So here’s a piece of advice. Let go when you are hurting too much, give up when love isn’t enough, and move on when things aren’t like before.  yeah because, surely there is someone out there who will love you even more.  don’t waste your time giving someone a second chance, when there is someone better out there waiting for their first.

Navajo and Metadiscourse

Saya pernah mengenal  berbagai jenis orang cerdas. Ada orang jenius yang jika menerangkan sesuatu lebih  bodoh dari orang paling bodoh sekalipun. Semakin keras ia berusaha menjelaskan maka semakin bingung saya dibuatnya.
Hal ini biasanya dilakukan oleh orang yang sangat cerdas. Ada pula yang kurang cerdas, bahkan bodoh sebenarnya tapi kalau ia bicara ia terlihat paling pintar.

Ada orang yang memiliki kecerdasan sesaat , kekuatan menghafal yang fotografis , namun tanpa kemampuan analisis. Ada juga yang cerdas tapi pura-pura bodoh dan lebih banyak lagi yang bodoh tapi pura-pura cerdas.Yang paling mending menurutku orang yang cerdas tapi angkat tangan dan mengakui secara kesatria kalau dia tidak mampu.

Tapi saya punya sahabat dan teman yang memiliki semua dimensi kecerdasan. Baik secara logikal , intelektual ataupun cerdas dalam berempati. Dia seperti toko serba ada sekarang sudah berangkat jauh entah kemana.Yang paling menonjol adalah kecerdasan spasialnya sehingga sangat unggul dalam geometri multidimensionalnya. Dengan cepat ia dapat membayangkan wajah konstruksi suatu fungsi jika digerak-gerakan dalam variable derajat. Ia mampu memecahkan kasus-kasus dekomposisi modern yang runyam dan mengajari saya teknik menghitung luas poligon dengan cara membongkar sisi-sisinya sesuai dalil Geometri Euclidian. Ingin saya katakan bahwa ini sama sekali bukan perkara mudah.

Dia membuat permainan dan medesain visualisasi guna menerjemahkan rumusan geometeris pada tingkat kesulitan yang sangat tinggi . Tujuan agar gampang disimulasikan sehingga saya dapat dengan mudah memahami teorema Kupu-kupu atau teorema Morley yang menyatakan bahwa pertemuan segitiga yang ditarik dari trisektor segitiga bentuk apapun akan membentuk segitiga inti yang sama sisi. Semua itu dilengkapi dengan bukti-bukti matematis dalam jangkauan analisis yang melibatkan kemampuan logika yang sangat tinggi. Ini sama sekali bukan urusan mudah terutama untuk orang  setingkat saya. Saya anggap dia sangat luar biasa.

Dia cerdas sehingga mampu menyederhanakan yang rumit dan mendekomposisi yang abstrak. Saya pikir dia memiliki kapasitas metadiscourse yang selayaknya dilahirkan sebagai orang-orang yang jenius.

Saya lebih kurang memiliki kemampuan menggandeng dan merangkai bahasa asing terutama bahasa inggris . Saya pikir waktu dia mau mengajari saya bahasa asing dan mau ceramahin saya macem-macem. Tapi dia cuma bilang ” memikirkan struktur dan dimensi waktu dalam sebuah bahasa asing yang baru saja kita kenal tidak lebih dari hanya akan merepotkan diri sendiri. Sadarkah kau bahwa bahasa apapun di dunai ini dimanapun mulai dari bahasa Navajo yang dipakai sebagai sandi tak terpecahkan di perang dunia kedua, bahasa Gaelic yang amat langka, bahasa melayu pesisir yang berayun-ayun, sampai bahasa Mohican yang telah punah semua adalah kumpulan kalimat dan kalimat tak lain adalah kumpulan kata-kata, paham kamu sampai disini?

Berangkat dari sana maka saya mulai mencoba mengelilingi dunia dimulai saat saya muda.

Alhamdulillah subhanallah, terimakasih teman. Selamat jalan teman, sukses selalu.

Tetap berdzikir,,,yang luar biasa adalah yang menciptakan ini dengan sangat Lembut.