Fight Before War

Sebenarnya tinggal selangkah lagi. Saat sebenarnya saya sudah benar-benar berani. Sudah siap tanding seperti Cicero yang bersiap dengan pledoi melawan pompei agung.

Mungkin perjalanan hidup dua tahun ini saya niatkan hanya untuk perang seminggu yang lalu. Tapi saya kalah saat memulainya, bahkan banyak isi dari blog ini yang mengiringi berita kekalahan tersebut.

Tapi kekalahan tetap saya terima dengan baik, sabar, setidaknya saya merasa masih lebih beruntung dari pada anak jalanan yang tidak pernah mengenyam keindahan yang lain selain menjadi aseso jalanan. Setidaknya masih lebih baik dari nenek minah. Walaupun, pada awalnya begitu berat untuk dijalani.

Sejujurnya saya ingin bertanding sampai semua terasa begitu melelahkan. Tetapi semua justru tidak terjadi. Tidak ada perjuangan itu ternyata jauh lebih melelahkan. Tapi menerima pertandingan yang dibatalkan juga butuh perjuangan mental.

Honestly, in the deepest of my heart I really want to live with you.  Plan to protect you have been done althougt it has’nt perfect.

As my faithness, Allah always loving us, mends unbearable pain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s